Kamis, 06 Februari 2020

Perkembangan peserta didik


I. Definisi Remaja
Menurut Psikologi, remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun.Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan dalamnya suara. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabisjkan waktu di luar keluarga.
Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu:
  • Masa remaja awal, 12 – 15 tahun
  • Masa remaja pertengahan, 15 – 18 tahun
  • Masa remaja akhir, 18 – 21 tahun

Masa remaja merupakan masa peralihan 
antara masa kehidupan anak-anak dan masa kehidupan orang dewasa yang ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan biologis dan psikologis. Secara biologis ditandai dengan tumbuh dan berkembangnya seks primer dan seks sekunder sedangkan secara psikologis 
ditandai dengan sikap dan perasaan, keinginan dan emosi yang labil atau tidak menentu.

II. Tugas perkembangan pada masa remaja
Havigrust (dalam Muhammad Ali, 2008: 171) mendefinisikan tugas perkembangan adalah tugas yang muncul pada saat atau sekitar satu periode tertentu dari kehidupan individu dan jika berhasil akan menimbulkan fase bahagia dan membawa keberhasilan dalam melaksanakan tugas-tugas berikutnya. Akan tetapi kalau gagal akan menimbulkan rasa tidak bahagia dan kesulitan dalam menghadapi tugas-tugas berikutnya.
Tugas Perkembangan Masa Remaja (11/12 - 18 tahun)
Menurut Havighurst (Hurlock, 1990), tugas perkembagan remaja meliputi:
1. Mencapai pola hubungan baru yang lebih matang dengan teman sebaya yang berbeda jenis 
kelamin sesuai dengan keyakinan dan etika moral yang berlaku di masyarakat.
2. Mencapai peranan sosial sesuai dengan jenis kelamin, selaras dengan tuntutan sosial dan 
kultural masyarakatnya.
3. Menerima kesatuan organ-organ tubuh/ keadaan fisiknya sebagai pria/wanita dan 
menggunakannya secara efektif sesuai dengan kodratnya masing-masing.
4. Menerima dan mencapai tingkah laku sosial tertentu yang bertanggung jawab di tengah-
tengah masyarakatnya.
5. Mencapai kebebasan emosional dari orang tua dan orang-orang dewasa lainnya dan mulai 
menjadi “diri sendiri”.
6. Mempersiapkan diri untuk mencapai karir (jabatan dan profesi) tertentu dalam bidang 
kehidupan ekonomi.
7. Mempersiapkan diri untuk memasuki dunia perkawinan dan kehidupan berkeluarga.
8. Memperoleh seperangkat nilai dan sistem etika sebagai pedoman bertingkah laku dan 

mengembangkan ideologi untuk keperluan kehidupan kewarganegaraannya.
III.Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan adalah proses dimana bertambahnya jumlah sel dalam tubuh sebuah organisme yang disertai pada pertambahan seperti ukuran, berat, dan tinggi yang sifatnya irreversible (tidak bisa kembali dalam keadaan awal). Pertumbuhan sifatnya lebih kuantitatif, dimana organisme yang sebelumnya kecil kemudian berubah lebih besar seiring pada pertambahan waktu.
Contoh:
  • Batang pada tumbuhan yang sebelumnya berukuran 2 cm menjadi 5 cm.
  • Bayi yang tadinya memiliki berat 5 kg berubah menjadi 6,5 kg.
  • Berat badan ikan yang sebelumnya 0,5 kg menjadi 1 kg.
Ketika kita ingin mengukur pertumbuhan pada tumbuhan ada alat yang dapat mengukur pertumbuhannya yaitu auksanometer.
Perkembangan adalah sebuah proses differensiasi, organogenesis dan diakhiri pada terbentuknya suatu individu baru dengan lebih lengkap dan dewasa. Perkembangan sifatnya lebih kualitatif, dimana pada organism yang sebelumnya belum matang pada sistem reproduksinya (dewasa) kemudian berubah menjadi lebih dewasa dan matang pada sistem reproduksinya sehingga bisa melakukan suatu perkembangbiakan.
Contoh :
  • Pematangan pada sel ovum dan sperma.
  • Pematangan hormon-hormon yang ada pada tubuh.
  • Pematangan pada pohon yang menghasilkan buah.

IV. Hukum-Hukum Perkembangan



Perkembangan fisik dan mental, perkembangan itu berlangsung menurut hukkum-hukum tertentu.
Adapun hukum-hukum perkembangan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Hukum Konvergensi
Hukum Konvergensi ini menekankan kepada pengaruh gabungan antara pembawaaan dan lingkungan. Tokoh yang berpendapat demikian adalah Willian Stern yang menyatakan bahwa pertumbuhan dan perkembangan itu adalah hasil pengaruh bersama kedua unsur pembawaan dan lingkungan.Kedua pengaruh tersebut dapat dimisalkan gambarannya 
sebagai berikut:
Dari gambar di atas dapat dilihat adanya Saling pengaruh kedua faktor pembawaan dan lingkungan.

2. Hukum Mempertahankan dan Mengembangkan Diri
Sebagai makhluk hidup, manusia mempunyai dorongan/.hasrat untuk mempertahankan diri. Hal ini terwujud pada usaha makan ketika lapar, menyelanatkan diri apabila ada bahaya. Pada anak kecil usaha ini diwujudkan dengan menangis, apabila lapar, haus, rasa tidak enak badan, dan sebagainya, kemudian si ibu akan tanggap dengan tanda-tanda tersebut. Dari usaha untuk memepertahankan diri berlanjut menjadi usaha untuk mengembangkan diri. Pada anak-anak biasanya terlihat rasa ingin tahunya itu besar sekali, sehingga ank-anak tidak hentin-hentinya bertanya mengenai suatu hal dan dirinya akan merasa senang apabila dunianya diisi dengan berbagai pengalaman dan pengetahuan yang didapat dari sekelilingnya. Melalui kegiatan bermain, berkumpul dengan teman, bercerita dan sebagainya itu dapat dianggap sebagai dorongan untuk mengembangkan diri.
3. Hukum Masa Peka
Masa peka ialah masanya suatu fungsi mudah/peka untuk dikembangkan. Masa peka merupakan masa yang terjadi nya dalam perkembangan pada saat-saat tertentu. Misalnya anak usia satu sampai dua tahun yang mengalami masa peka untuk berbicara dan meniru sehingga apa yang diajarkan mudah diikuti dan berhasil dengan baik.
4. Hukum Kesatuan Organis
Yang dimaksud dengan hukum kesatuan organis disini adalah bahwa berkembangnya fungsi fisik maupun mental psikologis pada diri manusia itu tidk berkembang lepas satu sama lainnya tetapi merupakan suatu kesatuan.
5. Hukum Rekapitulasi8 hokum ini berarti perkembangan jiwa anak itu merupakan ulangan dan adanya persamaan dengan kehidupan sebelumnya (yang dilakukan oleh nenek moyang)
Dapat dibagi dalam beberapa masa:
a. Masa berburu dan menyamun
Anak usia sekitar 8 tahun senang bermain kejar-kejaran, perang-perangan, menangkap binatang (capung, kupu-kupu, dsb)
b. Masa mengembala
Anak usia sepuluh tahun senang memelihara binatang seperti ayam, kucing, burung, anjing, dsb.
c. Masa bercocok tanam
Masa ini dialami oleh anak sekitar umur dua belas tahun, dengan tanda-tanda sengan berkebun, menyiram bunga.
d. Masa berdagang
Anak senang bermain jual-jualan, tukar menukar foto, perangko, berkiriman surat dengan teman-teman.
6. Hukum Tempo Perkembangan
Ialah bahwa tiap anak mempunyai tempo kecepatan dalam perkembangannya sendiri-sendiri. Ada anak yang perkembangannya lebih cepat dari anak lainnya.
7. Hukum Irama Perkembangan
Berlaku terhadap perkembangan setiap orang baik menyangkut perkembangan jasmani maupun rohani. Hal ini berlangsung silih berganti, terkadang teratur, terkadang juga tidak. Adakalanya tenang, adakalanya goncang, tergantung dari irama perkembangan masing-masing individu tersebut. Pada umur tiga sampai lima tahun seorang anak biasanya mengalami irama goncangan sehingga sukar diatur, suka membangkang, tetapi setelah itu anak bisa tenang kembali.
V. Karakteristik Perkembangan Remaja
Menurut Slavin (2006) pada masa remaja ini perkembangan emosi mengalami kejok yang drastis, dimana remaja umunya pada usia ini sering marah dan merasa ketakutan yang tidak bisa mereka kendalikan, disamping itu juga mereka sering merasa bersalah dan merasa cemburu dengan apapun yang orang lain miliki. Kemarahan adalah emosi yang umum terjadi pada anak yang ditampilakan denganlebih banyak potensitas banyak emosi lainnya. 

Terkait perkembangan emosi pada masa remaja dikatakan oleh Jecquelynne Eccles, et.al (Santrock, 2010) dalam Yusuf (2011:102) mengemukakan bahwa tipe kompetensi untuk perkembangan emosional remaja meluputi: 

  1. Memiliki mental yang sehat, termasuk menghargai diri sendiri secara positif.
  2. Memiliki kemampuan meregulasi emosi dan mengatasi masalah dengan baik.
  3. Memiliki keterampilan meresolusi konflik dengan baik.
  4. Memiliki motif prestasi yang baik.
  5. Memiliki personal efficacy (keyakinan terhadap kemampuannya sendiri untuk mengatasi masalah) yang baik.
  6. Planfulness
  7. Memiliki kemandirian atau rasa tanggung jawab sendiri.
  8. Bersikap optimis dengan mendasarkan kepada realita
  9. Memiliki identitas pribadi dan sosial yang memadai
  10. Bersikap prososial dan peka terhadap nilai- nilai budaya
  11. Memiliki kesadaran spiritual sebagai wahana untuk mencapai tujuan kehidupan
  12. Memiliki karakter moral yang kuat (strong moral character)
Salah satu ciri-ciri remaja menurut Allport (1961) adalah berkurangnya egoisme, sebaliknya tumbuh perasaan saling memiliki. Salah atu tanda yang khas adalah tumbuh kemampuan untuk mencintai orang lain dan alam sekitarnya. Kemampuan untuk menenggang rasa dengan orang yang dicintainya, untuk ikut merasakan penderitaan yang dialami oleh orang yang dicintainya. Ciri lainnya adalah berkembangnya “ego ideal” berupa cita-cita, idola dan sebagainya yang menggambarkan bagaimana wujud ego (diri sendiri) di masa depan. 

Menurut Biehler (1972) membagi ciri-ciri emosional remaja menjadi dua rentang usia, yaitu usia 12-15 tahun dan usia 15-18 tahun. 

  1. Ciri-ciri emosional usia 12-15 tahun, meliputi remaja cenderung banyak murung dan tidak dapat diterka, bertingkah laku kasar untuk menutupi kekurangan dalam hal rasa percaya diri, kemarahan biasa terjadi, cenderung tidak toleran terhadap orang lain dan ingin selalu menang sendiri, dan mulai mengamati orang tua dan guru-guru mereka secara objektif.
  2. Ciri-ciri emosional remaja usia 15-18 tahun, meliputi remaja dianggap memberontak karena itu merupakan ekspresi dari perubahan yang universal dari masa kanak-kanak menuju dewasa, banyak remaja mengalami konflik dengan orang tua mereka dan sering kali melamun, memikirkan masa depan mereka.
Luella Cole mengemukakan tiga jenis emosi pada masa remaja yaitu : 

1. Emosi marah 

Emosi marah lebih mudah timbul apabila dibandingkan dengan emosi lainnya dalam kehidupan remaja . penyebab timbulnya emosi marah pada diri remaja ialah apabila mereka Direndahkan, dipermalukan, dihina dan lainnya. Remaja yang sudah cukup matang menunjukkan rasa marahnya tidak lagi dengan berkelahi tapi lebih memilih mengerutu, mencaci atau dalam bentuk ungkapan verbal lainnya. 

2. Emosi takut 

Jenis emosi lain yang sering muncul pada diri remaja adalah emosi takut. Menjelang seorang anak mencapai remaja, dia telah mengalami serangkaian perkembangan yang mempengaruhi pasang surut berkenaan dengan rasa ketakutannya. Remaja seperti halnya anak-anak dan orang dewasa, seringkali berusaha untuk mengatasi ketakutan yang timbul dari persoalan kehidupan. Ketakutan tersebut banyak menyangkut dengan ujian yang akan diikuti seperti rendahnya prestasi, sakit, kesepian dan lain-lain. Satu-satunya cara untuk menghindarkan diri dari rasa takut adalah keberanian menghadapi rasa takut tersebut. 

3. Emosi cinta/ kasih sayang 

Jenis emosi ketiga yang sering muncul pada diri remaja adalah emosi cinta / kasih sayang, emosi ini telah ada sejak bayi dan terus berkembang sampai dewasa. Faktor ini penting dalam kehidupan remaja adalah untuk mencintai orang lain dan kebutuhannya untuk mendapatkan cinta dari orang lain. Kemampuan untuk menerima cinta sama pentingnya dengan kemampuan untuk memberinya. Walaupun remaja bergerak ke dunia pergaulan yang lebih luas, dalam dirinya masih terdapat sifat kekanak-kanakanya. Remaja membutuhkan kasih sayang di rumah yang sama banyaknya dengan apa yang mereka alami pada tahun-tahun sebelumnya. Karena alasan inilah sikap menentang mereka, menyalahkan mereka secara langsung, mengolok-olok mereka pada waktu pertama kali karena mencukur kumisnya, adanya perhatian terhadap lawan jenisnya, merupakan tindakan yang kurang bijaksana. 

Pada masa remaja rasa cinta mulai diarahkan kepada lawan jenis . Menurut Cole, kecenderungan remaja wanita tertarik terhadap sesama jenis berlangsung lebih lama. Keadaan ini terlihat pada sikap kasih sayang terhadap sesama wanita seperti kepada kakak, adik. 


VI. Kesimpulan 
 Maka dapat saya simpulkan bahwa masa remaja merupakan masa dimana peralihan dari anak anak menuju dewasa yang banyak dipengaruhi oleh emosional yang tidak tekendali, rasa ingin tahu yang tinggi dan perubahan perubahan pada bentuk tubuh, tumbuh dan perkambang dirinya fisik maupun psikologinya. 



Referensi

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Remaja

https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/persona/article/download/730/659

https://ruangguruku.com/m/tugas-perkembangan-remaja/

http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PSIKOLOGI/196605162000122-HERLINA/PERKEMBANGAN%20MASA%20REMAJA.pdf

https://www.zonareferensi.com/perbedaan-pertumbuhan-perkembangan/

https://alfano2-wordpress-com.cdn.ampproject.org/v/s/alfano2.wordpress.com/2010/12/01/hukum-perkembangan-peserta-didik/amp/?amp_js_v=a2&amp_gsa=1&usqp=mq331AQCKAE%3D#aoh=15809519357359&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp_tf=Dari%20%251%24s&ampshare=https%3A%2F%2Falfano2.wordpress.com%2F2010%2F12%2F01%2Fhukum-perkembangan-peserta-didik%2F

http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_SEKOLAH/194412051967101-KOKO_DARKUSNO_A/HUKUM-HUKUM_PERKEMBANGAN.pdf

http://www.blogbarabai.com/2017/11/karakteristik-perkembangan-remaja.html?m=1




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

(UAS) Aplikasi Model Pembelajaran Sains Berbasis Disrupsi Inovasi dan Analisis Praktis Kelemahan Model-Model Pembelajaran: Kooperatif, Kuantum dan Kolaboratif

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu. Hello guys👋🏻 kembali lagi dengan saya Yuyun Lestari. Saya ingin membagikan tugas UAS mata...