Jumat, 29 September 2023

Review Mata Kuliah Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains, Part 5: MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF BERBASIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM BIDANG SAINS

 Part 5: MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF BERBASIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM BIDANG SAINS


Kuliah Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains bersama bapak Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.

kolaborasi sebagai model pembelajaran adalah suatu upaya dari guru maupun para pendidik guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran menjadi suatu strategi penyelesaian masalah pembelajaran dan mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. Model pembelajaran kolaboratif ini memiliki berbagai model, diantaranya:


a. Learning together

b. Team game tournament

c. Group investigation

d. Academic constructive controversy

e. Jigsaw procedure

f. Student team achievement

g.Complex instruction

h.Team accelerated instruction

i. Cooperative learning structure

j. Cooperative integrated reading and composition.



Rabu, 27 September 2023

Review Mata Kuliah Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains, Part 4: Desain model pembelajaran disrupsi inovasi melalui IoT, Augmented Reality dan bentuk-bentuk pembelajaran digital lainnya

Part 3: Desain model pembelajaran disrupsi inovasi melalui IoT, Augmented Reality dan bentuk-bentuk pembelajaran digital lainnya

Mata Kuliah Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains bersama bapak Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.


Istilah IoT, atau Internet of Things, mengacu pada jaringan kolektif perangkat yang terhubung dan teknologi yang memfasilitasi komunikasi antara perangkat dan cloud, serta antarperangkat itu sendiri. Berkat hadirnya cip komputer murah dan telekomunikasi bandwidth tinggi, kita sekarang memiliki miliaran perangkat yang terhubung ke internet. Ini berarti perangkat setiap hari seperti sikat gigi, penyedot debu, mobil, dan mesin dapat menggunakan sensor untuk mengumpulkan data dan merespons pengguna dengan cerdas.  

Perkembangan dan penggunaan teknologi telah membawa perubahan yang besar pada dunia pendidikan. Revolusi digital telah menghasilkan implementasi internet di dalam sistem sekolah dengan e-learning. IoT menambahkan dimensi lain pada fenomena ini yang nantinya akan mengubah cara proses kegaitan belajar mengajar dengan memberikan pengalaman pendidikan yang lebih efisien dan mendalam. Data yang didapat dari IoT tersebut bisa membantu dalam pelacakan sumber daya untuk membuat rencana siswa yang lebih baik. IoT dapat digunakan secara efektif di lingkungan sekolah menengah dan universitas, di mana para siswa sudah beralih dari buku teks kertas ke e-book. Dengan sistem IoT maka akan membantu mendeteksi keberadaan siswa di dalam kelas, meniadakan kebutuhan untuk mengambil kehadiran secara manual, sehingga bisa lebih menghemat waktu.

Kemudian Augmented Reality atau yang sering disingkat dengan AR adalah “sebuah teknik yang menggabungkan benda maya dua dimensi maupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkup nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata.



Jumat, 22 September 2023

Review Mata Kuliah Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains, Part 3: Quantum Learning

 Part 3: Quantum Learning


Mata Kuliah Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains bersama bapak Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.

Model Pembelajaran Quantum Learning pertama kali diterapkan disebuah Lembaga pembelajaran yang terletak di Kirkwood Meadows, Negara bagian California Amerika Serikat. Pada awal penerapannya dilakukan pada tahun 1982 oleh Bobby Deporter disekolah Supercamp. Di Supercamp ini menggabungkan rasa percaya diri keterampilan belajar, dan keterampilan berkomunikasi dalam lingkungan yang menyenangkan.

Quantum Learning mencakup aspek-aspek penting dalam program Neurolinguistik (NLP), yaitu suatu penelitian tentang bagaimana otak mengatur informasi. Program ini meneliti hubungan antara Bahasa dan perilaku dan dapat digunakan untuk menciptakan jalinan pemahaman siswa dan guru. Para pendidik dengan pengetahuan NLP mengetahui bagaimana menggunakan bahasa yang positif untuk meningkatkan tindakan-tindakan positif. Faktor penting untuk merangsang fungsi otak yang paling efektif. Semua ini juga dapat menunjukkan dan menciptakan gaya belajar terbaik dari setiap orang. Dalam pembelajaran Quantum Learning ada Lima ciri spesifik yang berguna untuk meningkatkan otak untuk memahami suatu informasi yang diberikan, Ciri-ciri tersebut adalah : 

  1. Learning To Know yang artinya belajar untuk mengetahui.
  2. Learning To Do yang artinya belajar untuk melakukan
  3. Learning To Be yang artinya belajar untuk menjadi dirinya sendiri.
  4. Learning To Live Together yang artinya belajar untuk kebersamaan.

Konsep Dasar Model Pembelajaran dalam Quantum Learning dari berbagai teori dan strategi belajar yang digunakan antara lain :

  • Teori otak kanan kiri
  • Teori otak triune (3 in 1)
  • Pilihan modalitas (Visual, Audtorial, dan Kinestetik)
  • Teori kecerdasan ganda
  • Pendidikan holistic (menyeluruh)
  • Belajar berdasarkan pengalaman
  • Belajar dengan symbol (metaphoric leraning)
  • Simulasi / Permainan 
  • Peta pikiran (mind mapping).
Seemooga bermanfaat dan barokah untuk kita semuuaaa.. semoga kita sehat dan bahagia selaluu...  seee uuu gais..

TEAM'S GAMES TOURNAMENT (TGT)

Tugas Mata Kuliah Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains bersama bapak Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.

TEAM'S GAMES TOURNAMENT (TGT)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, haiii kawan-kawan kali ini saya akan membagikan video mengenai model pembelajaran kooperatif tipe Team's Games Tournament (TGT). Semoga video ini dapat memberikan manfaat dan informasi bagii kita semuaa yaaa. Aamiin.. 

Video TEAM'S GAMES TOURNAMENT (TGT)


Selasa, 12 September 2023

Review Mata Kuliah Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains, Part 2 : Cooperative Learning

 Part 2 : Cooperative Learning

Mata Kuliah Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains bersama bapak Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.

Model cooperative learning menggunakan fenomena kerjasama/gotong royong dalam pembelajaran yang menekankan pada terbentuknya hubungan antara siswa yang satu dengan siswa yang lain, membentuk sikap dan perilaku demokratis serta mengedepankan produktivitas yang tinggi dalam kegiatan belajar siswa.







(UAS) Aplikasi Model Pembelajaran Sains Berbasis Disrupsi Inovasi dan Analisis Praktis Kelemahan Model-Model Pembelajaran: Kooperatif, Kuantum dan Kolaboratif

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu. Hello guys👋🏻 kembali lagi dengan saya Yuyun Lestari. Saya ingin membagikan tugas UAS mata...