Part 3: Quantum Learning
Mata Kuliah Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains bersama bapak Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.
Model Pembelajaran Quantum Learning pertama kali diterapkan disebuah Lembaga pembelajaran yang terletak di Kirkwood Meadows, Negara bagian California Amerika Serikat. Pada awal penerapannya dilakukan pada tahun 1982 oleh Bobby Deporter disekolah Supercamp. Di Supercamp ini menggabungkan rasa percaya diri keterampilan belajar, dan keterampilan berkomunikasi dalam lingkungan yang menyenangkan.
Quantum Learning mencakup aspek-aspek penting dalam program Neurolinguistik (NLP), yaitu suatu penelitian tentang bagaimana otak mengatur informasi. Program ini meneliti hubungan antara Bahasa dan perilaku dan dapat digunakan untuk menciptakan jalinan pemahaman siswa dan guru. Para pendidik dengan pengetahuan NLP mengetahui bagaimana menggunakan bahasa yang positif untuk meningkatkan tindakan-tindakan positif. Faktor penting untuk merangsang fungsi otak yang paling efektif. Semua ini juga dapat menunjukkan dan menciptakan gaya belajar terbaik dari setiap orang. Dalam pembelajaran Quantum Learning ada Lima ciri spesifik yang berguna untuk meningkatkan otak untuk memahami suatu informasi yang diberikan, Ciri-ciri tersebut adalah :
- Learning To Know yang artinya belajar untuk mengetahui.
- Learning To Do yang artinya belajar untuk melakukan
- Learning To Be yang artinya belajar untuk menjadi dirinya sendiri.
- Learning To Live Together yang artinya belajar untuk kebersamaan.
Konsep Dasar Model Pembelajaran dalam Quantum Learning dari berbagai teori dan strategi belajar yang digunakan antara lain :
- Teori otak kanan kiri
- Teori otak triune (3 in 1)
- Pilihan modalitas (Visual, Audtorial, dan Kinestetik)
- Teori kecerdasan ganda
- Pendidikan holistic (menyeluruh)
- Belajar berdasarkan pengalaman
- Belajar dengan symbol (metaphoric leraning)
- Simulasi / Permainan
- Peta pikiran (mind mapping).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar