Part 3: Desain model pembelajaran disrupsi inovasi melalui IoT, Augmented Reality dan bentuk-bentuk pembelajaran digital lainnya
Mata Kuliah Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains bersama bapak Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.
Istilah IoT, atau Internet of Things, mengacu pada jaringan kolektif perangkat yang terhubung dan teknologi yang memfasilitasi komunikasi antara perangkat dan cloud, serta antarperangkat itu sendiri. Berkat hadirnya cip komputer murah dan telekomunikasi bandwidth tinggi, kita sekarang memiliki miliaran perangkat yang terhubung ke internet. Ini berarti perangkat setiap hari seperti sikat gigi, penyedot debu, mobil, dan mesin dapat menggunakan sensor untuk mengumpulkan data dan merespons pengguna dengan cerdas.
Perkembangan dan penggunaan teknologi telah membawa perubahan yang besar pada dunia pendidikan. Revolusi digital telah menghasilkan implementasi internet di dalam sistem sekolah dengan e-learning. IoT menambahkan dimensi lain pada fenomena ini yang nantinya akan mengubah cara proses kegaitan belajar mengajar dengan memberikan pengalaman pendidikan yang lebih efisien dan mendalam. Data yang didapat dari IoT tersebut bisa membantu dalam pelacakan sumber daya untuk membuat rencana siswa yang lebih baik. IoT dapat digunakan secara efektif di lingkungan sekolah menengah dan universitas, di mana para siswa sudah beralih dari buku teks kertas ke e-book. Dengan sistem IoT maka akan membantu mendeteksi keberadaan siswa di dalam kelas, meniadakan kebutuhan untuk mengambil kehadiran secara manual, sehingga bisa lebih menghemat waktu.
Kemudian Augmented Reality atau yang sering disingkat dengan AR adalah “sebuah teknik yang menggabungkan benda maya dua dimensi maupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkup nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar