Senin, 02 Maret 2020

Alat Alat ukur kenapa ampere meter tidak bisa dipasang paralel?

Kenapa ampere meter tidak bisa dipasang parelel ?
Amperemeter adalah alat ukur mengukur arus listrik di suatu titik. Dengan demikian, alat harus dirangkai secara seri karena besar arus pada rangkaian seri tetap sama. Jika dipasang paralel maka arus akan berbeda di setiap cabang dan arus listrik akan terbagi menjadi beberapa bagian. 
Ampere meter tidak bisa dipasan  paralel karena akan membuat ampere meer menjadi rusak karena amperemeter memiliki tahanan listrik rendah, sehingga bila disambung ke rangkaian paralel akan menyebabkan arus mengalir ke amperemeter dan amperemeter akan konslet.
Untuk mengukur besarnya arus listrik, ada dua alat yang digunakan, yaitu amperemeter untuk mengukur arus listrik pada rangkaian seri, dan voltmeter untuk mengukur arus listrik pada rangkaian paralel. Baik amperemeter maupun voltmeter bekerja dengan prinsip hukum Ohm, dimana voltase arus listrik dapat dihitung dari perkalian tegangan listrik dengan hambatan listrik (resitensi).

Amperemeter tidak boleh digunakan untuk mengukur arus pada rangkaian paralel, karena akan menyebabkan kerusakan pada ampere meter. Ini terjadi karena arus listrik akan mengalir ke ampere meter, bukan melalui rangkaian listrik yang diukur, akibat tahanan listrik di amperemeter yang sangat kecil. Arus listrik selalu mengalir ke arah rangkaian yang tahanan listriknya paling kecil.

Arus listrik yang mengalir ke amperemeter menyebabkan terjadinya arus pendek (korslet) pada amperemeter. Arus pendek dapat menyebabkan kerusakan pada perangkat di dalam amperemeter, atau bahkan kebakaran.

Karena potensi kerusakan ini, maka untuk mengukur arus listrik pada rangkaian paralel harus digunakan voltmeter. Voltmeter mimiliki tanhanan listrik lebih besar, sehingga arus listrik pada rangkaian paralel akan tetap mengalir pada rangkaian tersebut dan tidak berpindah ke peralatan pengukur.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

(UAS) Aplikasi Model Pembelajaran Sains Berbasis Disrupsi Inovasi dan Analisis Praktis Kelemahan Model-Model Pembelajaran: Kooperatif, Kuantum dan Kolaboratif

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu. Hello guys👋🏻 kembali lagi dengan saya Yuyun Lestari. Saya ingin membagikan tugas UAS mata...